Mengembalikan jati diri bangsa, masih pentingkah?

Banyak orang meragukan kemampuan kita untuk mengembalikan jati diri bangsa yang bisa dikatakan sudah mulai hilang dan tak jelas lagi orientasinya. Namun, rasanya tak pantas jika kita sebagai masyarakat yang berpijak di tanah air ini meragukan kemampuan diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Banyak pula orang yang tidak tahu bahwa jati diri bangsa kita sudah di ambang kepunahan, bahkan sebagian dari mereka tidak tahu apa arti jati diri bangsa bagi citra dan kehormatan Negara. Banyaknya kejadian-kejadian negatif di tanah air seperti kerusuhan atas nama agama, bentrok politik, keamanan, teroris dan dinamika budaya memberikan citra buruk bagi bangsa kita, meskipun secara lebih inten itu bukanlah gambaran jati diri yang sebenarnya, Negara kita bisa lebih dewasa ketika segala macam kejadian-kejadian itu melanda Indonesia, dan pelajaran demi pelajaran diharapkan mampu mengembalikan jati diri bangsa yang tengah berada di ambang sirna. Proses ini akan tetap menjadi fokus kita bersama tatkala pengaruh budaya-budaya asing yang tak bermoral semakin merajalela dan mencoba menggeser nilai-nilai budaya yang juga sebagai bagian dari jati diri bangsa ini.

Mengembalikan jati diri bangsa adalah sesuatu yang sangat penting guna tetap mempertahankan citra dan kehormatan bangsa. Bila setiap orang di Negara tercinta ini mau dan mampu melakukan hal kecil saja misal tetap menjadikan pendidikan dan agama sebagai prioritas tentu akan banyak remaja-remaja generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing di kancah internasional dan lambat namun pasti akan mengembalikan jati diri bangsa di mata internasional dan juga di mata sang pencipta. Saya sebagai generasi muda menyadari betul bahwa masa depan kita ditentukan bagaimana kita bersikap hari ini, masa depan tidak akan berubah jika kita tidak berusaha merubahnya dan masa lalu tidak akan menjadi kenangan indah jika tidak menghasilkan masa depan yang cerah. Tentu anda akan sengan mengenang masa lalu anda yang penuh perjuangan tepat ketika anda menjabat sebagai seorang menteri atau kepala dinas di bagian yang anda inginkan. Semua orang memimpikan hal itu, tapi tidak semua orang mau bekerja keras mencapai apa yang mereka inginkan. Jati diri seperti itu yang harus dikembalikan ke tanah air, sehingga bangsa yang tengah menggeliat ini dapat melangkah tegap sambil berteriak lantang, aku Indonesia yang penuh dedikasi dan perjuangan, itulah jati diri yang sejati.

Belakangan ini bagian barat Indonesia tengah tertimpa musibah gempa yang menewaskan paling tidak 600 korban jiwa dan ini masih akan terus bertambah. Di masa seperti ini, bangsa membutuhkan sosok tangguh untuk tetap bisa bertahan dan tetap terus berupaya mengembalikan jati diri bangsa walaupun dengan sebelah tangan tengah terluka. Banyaknya bantuan asing menunjukkan bahwa kita masih punya jati diri, dulu kita suka membantu, dulu kita suka menolong, inilah jati diri yang kita punya dulu ketika jaya, ketika kita masih menjunjung tinggi kebersamaan dan kita wajib mengambalikan jati diri bangsa itu ke tempatnya semula agar pengakuan oleh bangsa lain semakin kokoh dan abadi.

Pada akhirnya mengembalikan jati diri bangsa menjadi tantangan yang penuh rintangan dan cobaan, karena kita harus tetap berpikir positif akan kemajuan yang kita miliki di masa sekarang dan untuk masa depan. Kejayaan yang dulu pernah kita perjuangkan menjadi jati diri yang hingga kini masih kita punyai meski tak sepenuhnya utuh, dan perjuangan kedua untuk mengembalikan jati diri bangsa ini kita gunakan untuk memperkuat yang sudah terbentuk hingga sempurna.